Minggu, 11 April 2010

sistem pencernaan

BAB I
PENDAHULUAN

1.Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran mendorong para tenaga ahli selalu mengadakan riset terhadap berbagai penyakit termasuk salah satunya adalah penyakit menular demi mengatasi kejadian penderitaan dan kematian akibat penyakit.
Pengertian Epidemiologi menurut asal kata, jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu Epi yang berarti pada atau tentang, Demos yang berarti penduduk dan kata terakhir adalah Logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi Sebagaimana kita ketahui pada saat modern ini tentang pengertian Epidemiologi yaitu ilmu tentang insidensi, frekuensi, distribusi (Penyebaran) dan determinan( factor- factor yang mempengaruhi/ penyebab) masalah kesehatan masyarakat, yang bertujuan untuk pembuatan perncanaan (development) dan pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah kesehatan. Maka dengan kata lain Epidemiolgi Sistem Pencernaan adalah Ilmu yang mempelajari tentang system pencernaan yang meliputi apa saja factor penyebab gangguan, macam-macam gangguan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan system pencernaan yang berkembang di masyarakat.
Terdapat beberapa hal yang dapat melemahkan proses pencernaan makanan dalam tubuh. Saya pikir hal ini sangat penting untuk kita perhatikan, karena kondisi stabil tidaknya tubuh kita dipengaruhi oleh kondisi dari pencernaan. Beberapa hal tersebut diantara adalah sebagai berikut:
Terlalu banyak makan atau terlalu sering makan.
Makan sambil diselingi minum air. Hal ini dapat menganggu aktivitas terserapnya sari-sari makanan dalam perut.
Kebiasaan makan yang terlalu cepat.
Tekanan perasaan dan faktor umur. Dua hal ini dapat mempengaruhi kondisi tubuh karena kondisi pencernaan dalam mengolah makanan akan lebih maksimal jika kondisi tubuh berada dalam keadaan seimbang. Semakin lanjut usia maka semakin berkurang aktivitas pencernaan dalam melakukan pengolahan sari makanan dalam perut (untuk tergantung dari kondisi makanan yang diambil).

2.MASALAH
Dari lemahnya kondisi pencernaan berpengaruh terhadap munculnya gejala-gejala yang dapat diperhatikan pada kondisi tubuh kita diantaranya :
a. Badan/nafas berbau
b. Lambat dalam mencerna makanan.
c. Rambut yang kering/rusak
d. Buang angin selepas makan
e. Kurang selera makan/kurang tenaga
f. Kuku rusak (berkerut), mudah patah
g. Buang air besar (BAB) kurang dari 2 kali dalam sehari
h. Mengalami gangguan dan kelainan masalah kulit
i. Tulang dan gigi rawan lemah
Dan yang lebih penting lagi kita harus mewaspadai penyakit yang sering muncul terkait dengan sistem pencernaan yang lemah tersebut.

3.TUJUAN
Di saat pergantian musim atau dikenal juga sebagai musim pancaroba seperti sekarang, upaya menjaga kesehatan menjadi lebih penting lagi. Pasalnya, cuaca yang mudah berubah-ubah—sebentar panas, sebentar dingin—merupakan kondisi yang baik untuk berkembang biaknya kuman penyakit. Salah satu yang perlu dijaga adalah kesehatan saluran pencernaan.
Disamping itu juga terdapat beberapa factor lain yang dapat menimbulkan gangguan system pencernaan seperti yang akan dibahas di bab berikutnya.


BAB II
ISI
2.1 Sistem Pencernaan (Susunan, Struktur, Bagian dan Fungsi)
Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus. Berikut adalah gambar sitem pencernaan lalu beserta penjelasan.
Diagram sistem pencernaan
1.Kelenjar ludah
2.Parotis
3.Submandibularis (bawah rahang)
4.Sublingualis (bawah lidah)
5.Rongga mulut
6.Tekak / Faring
7.Lidah
8.Kerongkongan / Esofagus
9.Pankreas
10.Lambung
11.Saluran pankreas
12.Hati
13.Kantung empedu
14.Usus dua belas jari (duodenum)
15.Saluran empedu
16.Usus tebal / Kolon
17.Kolon datar (tranverse)
18.Kolon naik (ascending)
19.Kolon turun (descending)
20.Usus penyerapan (ileum)
21.Sekum
22.Umbai cacing
23.Poros usus / Rektum
24.Anus


Susunan saluran pencernaan terdiri dari:
1.Oris (mulut)
2.Faring (tekak)
3.Esofagus (kerongkongan)
4.Ventrikulus (lambung)
5.Intestinum minor (usus halus):
Deudenum (usus 12 jari)
Jejenum
Ileum
6.Intestinum mayor (usus besar):
Sekum
Kolon asendens
Kolon transversum
Kolon desendens
Kolon sigmoid
7.Rektum
8.Anus
Alat penghasil getah cerna:
1.Kelenjar ludah:
Kelenjar (glandula) parotis
Kelenjar (glandula) submaksilaris
Kelenjar (glandula) sublingualis
2.Kelenjar getah lambung
3.Kelenjar hati
4.Kelenjar pancreas
5.Kelenjar getah usus

Selama dalam pancreas, pencernaan makanan dihancurkan menjadi zat-zat yang sederhana yang hanya di serap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai perubahan sifat makanan terjadi karena berbagai enzim yang terkandung di dalam berbagai cairan pencernaan.
Setiap jenis zat mempunyai tugas khusus bekerja atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis lain.


Struktur Pencernaan

Fisioliogi system pencernaan

Fungsi utama system pencernaan adalah memindahkan zat nutrient(zat yang sudah dicerna), air, garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusikan ke sel-sel melalui system sirkulasi. Zat makanan merupakan sumber energy bagi tubuh seperti ATP yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakan tugasnya.

Mulut

Mulut atau oris adalah permulaan saluran pencernaan yang terdiri atas 2 bagian yaitu 1)Bagian luar yang sempit atau vestibula yaitu ruang di antara gusi, gigi, bibir dan pipi; 2) Bagian rongga mulut bagian dalam, yaitu rongga mulut yang di batasi sisinya oleh tulang maksilaris, palatum dan mandibularis, di sebelah belakang bersambung dengan faring.
Selaput lendir mulut ditutupi epithelium yang belapis-lapis, di bawahnya teletak kelenjar-kelenjar halus yang mengeluarkan lendir. Selaput ini kaya akan pembuluhy darah dan juga memuat banyak ujung akhir saraf sensoris.
Di sebelah luar mulut di tutupi oleh kulit dan di sebelah dalam di tutupi oleh selaput lendir (mukosa). Otot orbikularis oris menutupi bibir. Levator anguli oris mengangkat dan depressor anguli oris menekan ujung mulut.

Geligi

Geligi, ada 2 macam:
1.Gigi sulung, mulai tumbuh pada anak-anak umur 6-7 bulan. Lenkap pada umur 21/2 tahun jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu, terdiri dari: 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus), 8 buah gigi geraham (molare).
2.Gigi tetap (gigi permanen) tumbuh pada umur 6-18 tahun, jumlahnya 32 buah terdiri dari: 8 buah gigi seri (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus), 12 buah gigi geraham (molare) dan 12 gigi geraham (premolare).
Fungsi gigi terdiri dari: gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring gunanya untuk memutuskan makanan yang keras dan liat, gigi geraham gunanya untuk mengunyah makanan yang sudah dipotong-potong.

Lidah
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot lidah ini dapat di gerakan ke seluruh arah.
Fungsi lidah yaitu mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap dan menelan, serta merasakan makanan.

Kelenjar ludah
Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang bernama duktus wartoni dan duktus stensoni. Kelenjar ludah ini ada 2 yakni: 1) Kelenjar ludah bawah rahang (kelenjar submaksilaris), yang terdapat di bawah tulang rahang atas pada bagian tengah; 2) Kelenjar ludah bawah lidah (kelenjar sublingualis) yang terdaoat di sebuah depan di bawah lidah.
Kelenjar ludah (saliva) dihasilkan di dalam rongga mulut. Kelenjar ludah disarafi oleh saraf-saraf tak sadar. Otot-otot eksentrik lidah berasal dari rahang bawah (M. mandibularis, oshoid dan prosesus stiloid) menyebar ke dalam lidah membentuk anyaman bergabung dengan otot instrinsik yang terdapat pada lidah. M. genioglossus yang merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan tengah bagian dalam yang menyebar sampai ke radiks lingua.
Faring
Faring merupakn organ yang menhubungkan rongga mulut dengan kerongkongan (esophagus). Di dalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kumpulan kelenjar limfe yang banyak mengandung limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi. Di sini terletak bersimpangan antara jalan napas dan jalan makanan,letaknya di belakang rongga mulut dan rongga hidung, di depan ruas tulang belakang. Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang bernama koana. Keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang di sebut ismus fausium.
Esofagus
Esofagus merupakan saluran yang menghubungkan tekak dengan lambung, panjangnya + 25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam keluar: lapisan selaput lendir (mukosa), lapisan submukosa, lapisan otot melingkar sirkuler, dan lapisan otot memanjang longitudinal. Esofagus terletak di belakang trakeadan di depan tulang punggung, setelah melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan lambung.
Lambung
Lambung atau gaster merupakan bagian dari saluran yang dapat mengembang paling banyak terutama di daerah epigaster. Lambung terdiri dari bagian atas fundus uteri berhubungan dengan esophagus melalui orifisium pilorik, terletak di bawah diafragma di depan pancreas dan limpa, menempel di sebelah kiri fundus uteri.
Fungsi lambung
1.Menampung makanan, menghacurkan dan menghaluskan makanan oleh peristaltic lambung dan getah lambung.
2.Getah cerna lambung yang dihasilkan:
a.Pepsin, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan pepton).
b.Asam garam (HCl), fungsinya mengasamkan makanan, sebagai antiseptic dan desinfektan, dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin.
c.Renin fungsinya, sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen (kasinogen dan proteib susu).
d.Lapisan lambung jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang merangsang sekresi getah lambung.

Usus halus
Usus halus atau intestinum minor adalah bagian dari system pencernaan makanan yang berpangkal pada pylorus dan berakhir pada sekum yang panjangnya + 6 m, merupakan saluran paling panjang tempat proses pencernaan dan absorpsi hasilm prncernaan yang terdiri dari lapisan usus halus (lapisan mukosa [sebelah dalam], lapisan otot melingkar [M.sirkuler], lapisan otot memanjang [M. longitudinal] dan lapisan serosa [sebelah luar]).
Duodenum
Duodenum disebut juga usus 12 jari, panjangnya + 25 cm, berbentuk sepatu kuda melengkung ke kiri, pada lengkungan ini terdapat pancreas. Pada bagian kanan duodenum ini erdapat selaput lendir, yang membukit disebut papilla vateri. Pada papilla vateri ini bermuara saluran empedu (duktus koledokus) dan saluran pancreas (duktus wirsungi/duktus pankreatikus).
Jejunum dan ileum
Jejenum dan ileum mempunyai panjang sekitar + 6 m. Dua perlima bagian atas adalah (jejunum) dengan panjang + 23 m dan ileum dengan panjang 4-5m. Lekukan jejunum dan ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritoneum yang berbentuk kipas dikenal sebagai mesenterium.
Mukosa usus halus
Permukaan epitel yang sangat luas melalui lipatan mukosa dan mikrovili memudahkan pencernaan dan absorpsi. Lipatan ini dibentuk oleh mukosa dan submukosa yang dapat memperbesar permukaan usus. Pada penampang melintang, vili dilapisi oleh epitel dan kripta yang menghasil kan bermacam-macam hormone jaringan dan enzim yang memegang peranan aktif dalam pencernaan.
Absorpsi
Absorpsi makanan yang sudah di cerna seluruh nya berlangsung didalam usus halus melalui 2 saluran yaitu pembuluh kapiler di dalam darah dan saluran limfe disebelah dalam permukaan vili usus. Sebuah vilus berisi lacteal, pembuluh darah epithelium dan jaringan otot yang diikat bersama oleh jaringan limfoid seluruhnya diliputi membrane dasar dan ditutupi oleh epithelium. Karena vili keluar dari dinding usus maka bersentuhan dengan makanan cair dan lemak yang diabsorbsi ke dalam laktael kemudian berjalan melalui pembuluh limfe masuk kedalam pembuluh kapiler darah di vili dan oleh vena porta di bawa ke hati untuk mengalami beberapa perubahan.
Fungsi usus halus
Fungsi usus halus meliputi:
1.Menerima zat-zat makanan yang sudah di cerna untuk di serap melalui kapiler-kapiler darah dan saluran-saluran limfe.
2.Menyerap protein dalam asam amino.
3.Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida.
Didalam usus halus terdapat kelenjar yang menghasilkan getah usus yang menyempurnakan makanan:
1.Enterokinase, mengatifkan enzim preteolitik.
2.Eripsin menyempurnakan pencernaan protein menjadi asam amino.
a.Lactase mengubah lactase menjadi monosakarida.
b.Maltose mengubah maltose menjadi monosakarida.
c.Sukrose mengubah sukrosa menjadi monosakarida.

Usus besar
Usus besar atau intestinum mayor panjangnya 11/2 m, lebarnya 5-6 cm.Lapisan-lapisan usus besar dari dalam keluar: selaput lendir, lapisan otot melingkar, lapisan otot memanjang, jaringan ikat. Fungsi usus besar adalah menyerap air dari makanan, tempat tinggal bakteri koli, tempat feses.
Sekum
Di bawah sekum terdapat apendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut juga umbai cacing, panjangnya 6 cm. Seluruhnya ditutupi oleh peritoneum mudah bergerak walaupun tidak mempunyai mesenterium dan dapat diraba melalui dinding abdomen pada orang yang masih hidup.
Kolon asendens
Panjangnya 13 cm, terletak dibawah abdomen sebelah kanan, membujur keatas dari ileum kebawah hati.Di bawah hati melengkung ke kiri, lengkungan ini disebut fleksura hepatika, dilanjutkan sebagai kolon tranversum.
Apendiks (usus buntu)
Bagian dari usus besar yang muncul seperti corong yang muncul dari ujung sekum, mempunyai pintu keluar yang sempit tetapi masih memungkinkan dilewati oleh beberapa isi usus. Apendiks tergantung menyilang pada linea terminalis masuk kedalam rongga pelvis minor, terletak horizontal di belakang sekum. Sbagai suatu pertahanan terhadap infeksi kadang apendiks beraksi secara hebat dan hiperaktif yang bisa menimbulkan perforasi dindingnya ke dalam rongga abdomen.
Kolon tranversum
Panjangnya + 38 cm, membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendens berada di bawah abdomen, sebelah kanan terdapat fleksura hepatica dan sebelah kiri terdapat fleksura lienalis.
Kolon desendens
Panjangnya + 25 cm, terletak di bawah abdomen bagian kiri membujur dari atas kebawah dan fleksura lienalis sampai ke depan ileum kiri, bersambung dengan kolon sigmoid.
Kolon sigmoid
Kolon sigmoid merupakn lanjutan dari kolon desendens, terletak miring dalam rongga pelvissebelah kiri, bentuknya menyerupai huruf S, ujung bawahnya berhubungan dengan rektum.
Rektum
Rektum terletak dibawah kolon sigmoid yang menghubungkan intestinum mayor dengan anus, terletak dalam rongga pelvis di depan os sakrum dan os koksigis.
Anus
Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan rectum bengan dunia luar (udara luar). Terletak di dasar pelvis, dindingnya diperkuat 3 sfingter:
1.Sfingter ani internus (sebelah atas), bekerja tidak menurut kehendak.
2.Sfingter levator ani, bekerja juga tidak menurut kehendak.
3.Sfingter ani eksternus (sebelah bawah), bekerja menurut kehendak.
Defekasi (buang air besar) didahului oleh transport. Feses kedalam rectum yang mengakibatkan ketgangan dinding rectum mengakibatkan rangsangan untuk reflex defekasi sedangkan otot usus lainnya berkontraksi. M. Levator ani relaksasi secara volunteer dan tekanan ditimbulkan oleh otot-otot abdomen.
Fungsi peritoneum
1.Menutupi sebagian dari organ abdomen dan pelvis.
2.Membentuk pembatas yang halus sehingga organ yang ada dalam rongga peritoneum tidak saling bergesekan.
3.Menjaga kedudukan dan mempertahankan hubungan organ terhadap dinding posterior abdomen.
4.Tempat kelenjar limfe dan pembuluh darah yang membantu melindungi terhadap infeksi.


Peritoneum
Peritoneum terdiri dari 2 bagian yaitu peritoneum parietal yang melapisi dinding rongga abdomen dan peritoneum visceral yang melapisi semua organ yang berada dalam rongga abdomen.
Hati
Hati atau hepar merupakan organ yang paling besar didalam tubuh kita, warnanya cokelat dan beratnya + 11/2 kg. Letaknya dibagian atas dalam rongga abdomen disebelah kanan bawah diafragma. Hati terbagi atas 2 lapisan utama: permukaan atas berbentuk cembung, terletak di bawah diafragma, dan permukaan bawah tidak rata dan memeperlihatkan lekukan fisura transverses.
Kandung Empedu
Sebuah kantong berbentuk terong dan merupakan membrane berotot, letaknya dalam sebuah lobus di sebelah permukaan bawah hati sampai pinggir depannya, panjangnya 8-12 cm, berkapasitas 60 cm3. Lapisan empedu terdiri dari lapisan luar serosa/parietal, lapisan otot bergaris, lapisan dalam mukosa/visceral disebut juga membrane mukosa.
Duktus sistikus, panjangnya + 31/2 cm yang berjalan dari lekuk empedu berhubungan dengan duktus hepatikus membentuk saluran empedu ke duodenum. Sterkobilin memberi warna feses dan sebagian diabsorbsi kembali oleh darah dan membuat warna pada urine yang disebut urobilin.
Fungsi kantung empedu
1.Sebagai persediaan getah empedu, membuat getah empedu enjadi kental.
2.Getah empedu adlah cairan yang dihasilkan oleh sel-sel hati dari setiap orang dikeluarkan 500-1000cc. Sekresi digunakan untuk mencerna lemak.
PANKREAS
Sekumpulan kelenjaryang strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah, panjangnya kira-kira 15cm, lebar 5cm mulai dari duodenum sampai ke limpa, dan beratnya rata-rata 60-90 gram. Pancreas terbentang pada vertebrata lumbalis I dan II dibelakang lambung.
bagian dari pankreas: kaput pancreas, terletak disebelah kanan rongga abodemen dan didalamlekukan duodenum, yang melingkarinya. Korpus pancreas, merupakan bagian utama dari organ ini, letaknya dibelakang lambung dan di depan vertebra umbalis pertama. Ekor pancreas, bagian runcing disebelah kiri menyentuh limpa.
Fungsi pankreas
1.Fungsi eksorin, membentuk getah pancreas yang berisi enzim elektrolit.
2.Fungsi endokrin, sekelompok kecil sel epithelium yang berbentuk pulau-pulau kecil atau langerhans, yang bersama-sama membentuk organ endoktin yang menyekresikan insulin.
3.Fungsi sekresi eksterbal, cairan pancreas dialirkan keduoi\denum yang berguna untuk proses pencernaan makanan diintesinum.
4.Fungsi sekresi internal, sekresi yang dihasilkan oleh pulau-pulau langerhans sendiri langsung dialirkan kedalam peredaran darah. Sekresinya disebut hormone insulin dan hormon glucagon. Hormon tesebut dibawa ke jaringan untuk membantu metabolism karbohidrat.

2.Macam-macam Gangguan Pencernaan, Faktor Penyebab Gannguan Pencernaan dan Pengobatannya
Beberapa macam kelainan dan gangguan pada sistem pencernaan manusia, antara lain adalah sebagai berikut :
A. ABSES ABDOMEN
Abses Abdomen (abses perut) bisa terbentuk dibawah diafragma, di pertengahan perut, di rongga panggul atau di belakang rongga perut. Abses juga bisa terbentuk di dalam atau di sekitar organ perut, misalnya ginjal, limpa, pankreas atau hati, atau di dalam kelenjar prostat.

PENYEBAB
Abses abdomen seringkali terjadi akibat: Cedera, Infeksi atau perforasi usus, Infeksi organ perut lainnya.

GEJALA
Abses dibawah diafragma terjadi jika cairan yang terinfeksi (misalnya karena pecahnya usus buntu) naik ke atas akibat tekanan perut atau organ perut dan akibat tarikan ketika diafragma bergerak selama proses pernafasan. Gejalanya berupa:
- batuk
- nyeri yang timbul ketika menghirup nafas
- nyeri di bahu (referred pain, karena diafragma dan bahu memiliki saraf yang sama dan otak salah mengartikan sumber nyerinya).
Abses di pertengahan perut bisa terjadi akibat:
- pecahnya usus buntu
- perforasi usus besar
- penyakit peradangan usus
- penyakit divertikulum.
- Biasanya timbul nyeri di daerah terbentuknya abses.
Penyebab terjadinya abses panggul sama dengan penyebab terjadinya abses di pertengahan perut ditambah dengan infeksi ginekologis (kandungan).Gejalanya berupa:
- nyeri perut
- diare akibat iritasi usus
- desakan berkemih atau sering berkemih akibat iritasi kandung kemih.

Abses retroperitoneal (abses di belakang rongga perut) terletak di belakang peritoneum (selaput tipis yang melapisi rongga dan organ perut). Penyebab terjadinya abses retroperitoneal;
- perdangan usus buntu (apendisitis)
- peradangan pankreas (pankreatitis).
Nyeri biasanya dirasakan di punggung sebelah bawah dan semakin memburuk jika penderita menggerakkan tungkainya ke arah pinggul.
Abses ginjal bisa disebabkan oleh bakteri yang berasal dari suatu infeksi yang terbawa ke ginjal melalui aliran darah atau akibat suatu infeksi saluran kemih yang terbawa ke ginjal dan menyebar ke dalam jaringan ginjal. Abses di permukaan ginjal (abses perinefrik) hampir selalu disebabkan oleh pecahnya suatu abses di dalam ginjal, yang menyebarkan infeksi ke permukaan dan jaringan di sekitarnya. Gejala dari abses ginjal adalah:
- demam, menggigil
- nyeri di punggung sebelah bawah
- nyeri ketika berkemih
- air kemih mengandung darah (kadang-kadang).

Abses limpa bisa disebabkan oleh:
 suatu infeksi yang terbawa oleh aliran darah ke limpa
 cedera pada limpa
 penyebaran infeksi dari abses di dekat limpa (misalnya abses dibawah diafragma).
Nyeri bisa dirasakan di perut sebelah kiri, di punggung atau di bahu sebelah kiri.

Abses di dalam pankreas biasanya terbentuk setelah suatu serangan pankreatitis akut. Gejalanya berupa demam, nyeri perut, mual dan muntah, yang seringkali timbul 1 minggu atau lebih setelah penderita sembuh dari pankreatitis.
Abses hati bisa disebabkan oleh bakteri atau amuba (parasit bersel tunggal).
Amuba dari suatu infeksi usus sampai ke hati melalui pembuluh getah bening. Bakteri bisa sampai ke hati melalui:
- kandung kemih yang terinfeksi
- luka tusuk atau luka tembus
- infeksi di dalam perut
- infeksi dari bagian tubuh lainnya yang terbawa oleh aliran darah.
Gejala dari abses hati adalah berkurangnya nafsu makan, mual dan demam. Bisa terjadi nyeri perut.

Abses prostat biasanya terjadi akibat suatu infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan prostatitis (infeksi kelenjar prostat). Abses prostat paling sering terjadi pada usia 40-60 tahun.
Penderita merasakan nyeri ketika berkemih, sering berkemih atau sulit untuk berkemih. Kadang penderita merasakan nyeri dalam di pangkal penis dan air kemihnya mengandung darah atau nanah.

DIAGNOSA
Diagnosis abses abdomen ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk menentukan lokasi yang pasti, dilakukan pemeriksaan CT scan atau USG.

PENGOBATAN
Pada hampir semua kasus abses abdomen, nanah harus dibuang, baik melalui pembedahan maupun dengan bantuan sebuah jarum yang dimasukkan melalui kulit.
Dilakukan analisa nanah di laboratorium guna menentukan organisme penyebab infeksi, sehingga bisa diberikan antibiotik yang paling efektif untuk organisme yang bersangkutan.

B. GASTRITIS (UPPER ABDOMINAL SYNDROME)
Gangguan pencernaan bagian atas yang secara umum dikenal sebagai penyakit “maag” merupakan gangguan saluran cerna yang cukup sering dikeluhkan. Selain disebabkan oleh faktor organik seperti adanya luka/peradangan pada saluran cerna bagian atas (lambung), gangguan ini juga dihubungkan dengan faktor psikologis mendasarinya. Gangguan ini ditandai antara lain oleh adanya rasa sakit dan atau rasa penuh di daerah epigastrium (ulu hati), kanan atau kiri di bawah lengkung iga.
Rasa sakit bersifat membakar atau samar-samar, tidak jarang menjalar, intensitasnya sedang, menghebat karena makanan atau langsung setelah makan, tidak ada hubungannya dengan kejadian tertentu. Gejala-gejala lain yang timbul antara lain gangguan menelan, eruktasi (bersendawa), pirosis (merasa terbakar dan rasa asam atau pahit), mual dan muntah, kembung (meteorismus), dan lain-lain.
Penderita gastritis biasanya menunjukkan perubahan yang cukup mencolok yaitu sikap depresi. Seringkali penderita menyalahkan lingkungan atau makanannya, tetapi ternyata dengan diet (makanan) juga tidak mengurangi rasa sakitnya. Mereka memiliki angan-angan untuk dirawat, dimanja, dan untuk memiliki objek yang diinginkan sehingga mereka sulit menemukan kepuasan yang dibutuhkannya. Keseimbangan yang rapuh yang mudah menjadi runtuh dapat terlihat ketika penderita mengalami keluhan pada saluran cernanya dan jelas terlihat adanya ketergantungan pada objek yang memanjakannya.
Tetapi penderita merasa takut tergantung pada orang yang menguasainya dan ketergantungan ini dirasakannya sebagai suatu penghinaan. Rasa takut ketergantungan, dan terhina mengakibatkan sikap agresif terhadap mereka, yang dapat memberikan kepuasan. Timbulnya depresi pada penderita gastritis dikarena mereka mengelakkan agresi yang timbul agar tidak kehilangan obyek yang memanjanya, dan ini menimbulkan rasa bersalah (guild) yang dirasakan dirinya sebagai sesuatu yang sangat buruk.
C. DROM FUNGSIONAL HIPOGASTRIUM (LOWER ABDOMINAL SYNDROM)
Gangguan pencernaan yang mengenai saluran cerna bagian bawah ini juga dikenal sebagai spastic colon, irritable colon, colitis nervosa, dan obstipasi spastic. Tidak ditemukannya penyebab spesifik (infeksi, peradangan atau gangguan anatomis) dari hasil pemeriksaan pada saluran cerna bagian bawah, walaupun penderitanya tetap mengeluhkan kelainan pada pencernaannya, merupakan salah satu petunjuk kecurigaan adanya sindrom fungsional hipogastrium.
Penderita penyakit ini akan mengeluhkan rasa sakit pada perut, biasanya di bawah pusat, diare atau obstipasi (sembelit). Bila terjadi obstipasi, feses penderita dapat keluar berbentuk seperti potlot atau tahi kambing (obstipasi spastik).
Faktor psikologis yang berperan pada penderitanya yaitu adanya harapan-harapan untuk meminta lebih banyak lagi dari orang lain karena mereka telah memberi banyak pada orang tersebut. Angan-angan utama untuk dimanja telah berhasil diubahnya menjadi mekanisme-mekanisme pengelak, sehingga tidak timbul reaksi terhadap angan-angan pemanjaan yang tak dirasa puas. Mereka secara sadar yakin dapat memberi banyak kepada orang lain namun secara tidak sadar mereka meminta/mengharapkan lebih banyak lagi.
Penderita gangguan ini pada puncak intelektualitasnya dapat secara terus terang mengakui bahwa dengan prestasi yang mereka miliki, mereka dapat meminta lebih banyak. Secara tidak sadar mereka merasa bahwa mereka telah memberi “terlampau banyak”. Pertahanan diri mereka akan runtuh dan dapat mengakibatkan timbulnya gangguan saluran cerna tersebut bila mereka merasa “tidak dapat membayar” atau ketika meraka merasa dirinya “kurang dibayar”.
D. AEROFAGI
Gejala yang timbul dari gangguan saluran cerna ini adalah berupa rasa sakit perut dan perut dirasakan penuh dan membengkak, hal ini dibuktikan dengan bersendawa (belching) yang keras bertubi-tubi. Simtom ini terutama ditemukan pada mereka yang bergantian menelan dan mengeluarkan udara. Bila tidak dapat bersendawa, maka perut akan terasa kembung (meteorismus) dan kentut (flatus) yang tidak berbau.
Gejala-gejala tersebut juga sering disebut sebagai sindrom Roemheld yang terdiri dari rasa sakit di daerah jantung yang disebabkan oleh diafragma yang tertekan ke atas oleh lambung yang membengkak karena terisi oleh udara (meteorismus).
Penatalaksanaan sindrom fungsional saluran cerna ini memerlukan kerjasama yang baik dari penderita dan dokter yang merawatnya serta jika diperlukan dapat meminta bantuan dari seorang psikiater. Karena penyebab yang mendasari gangguan ini adalah faktor psikologis (setelah hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya penyebab organik yang mendasari nya) dari penderitanya maka selain memberikan pengobatan yang dapat mengurangi gejala yang dialami penderitanya maka psikoterapi juga dibutuhkan untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi gangguan ini.
Yang terlebih penting adalah peran serta dari penderita untuk mengatasi masalah yang dialaminya dengan petunjuk dan bantuan dari dokter dan psikiaternya.
E. KANKER KOLOREKTAL

Di negara barat, kanker usus besar (kolon) dan rektum (kanker kolorektal) adalah jenis kanker no.2 yang paling sering terjadi dan kanker penyebab kematian no 2. Angka kejadian kanker kolorektal mulai meningkat pada umur 40 tahun dan puncaknya pada umur 60-75 tahun.

Kanker usus besar (kanker kolon) lebih sering terjadi pada wanita, kanker rektum lebih sering ditemukan pada pria. Sekitar 5% penderita kanker kolon atau kanker rektum memiliki lebih dari satu kanker kolorektum pada saat yang bersamaan.
Kanker kolon biasanya dimulai dengan pembengkakan seperti kancing pada permukaan lapisan usus atau pada polip. Kemudian kanker akan mulai memasuki dinding usus. Kelenjar getah bening di dekatnya juga bisa terkena. Karena darah dari dinding usus dibawa ke hati, kanker kolon biasanya menyebar (metastase) ke hati segera setelah menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.

PENYEBAB
Seseorang dengan riwayat keluarga menderita kanker kolon, memiliki resiko tinggi mengidap kanker. Riwayat poliposis keturunan atau penyakit yang serupa juga meningkatkan resiko kanker kolon.Penderita kolitis ulserativa atau penyakit Crohn memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker.Resikonya berhubungan dengan usia penderita pada saat kelainan ini timbul dan lamanya penderita mengalami kelainan ini.
Makanan memegang perananan penting dalam resiko kanker kolon, tetapi bagaimana caranya, tidak diketahui. Di seluruh dunia, orang dengan resiko tertinggi adalah yang tinggal di perkotaan dan mengkonsumsi makanan khas orang-orang barat yang kaya. Makanan tersebut rendah serat dan tinggi protein hewan, lemak dan karbohidrat. Resiko agaknya menurun dengan diet tinggi kalsium, vitamin D dan sayuran seperti toge Brusel, kubis dan brokoli.
 
GEJALA
Kanker kolorektal tumbuh perlahan dan memakan waktu yang lama sebelum menyebabkan gejala. Gejalanya tergantung kepada jenis, lokasi dan penyebaran kanker. Usus besar sebelah kanan (kolon asendens) memiliki diameter yang besar dan dinding yang tipis. Karena isinya berupa cairan, kolon asendens tidak akan tersumbat sampai terjadinya stadium akhir kanker.Tumor pada kolon asendens bisa begitu membesar sehingga dapat dirasakan melalui dinding perut. Lemah karena anemia yang berat mungkin merupakan satu-satunya gejala. Usus besar sebelah kiri (kolon desendens) memiliki diameter yang lebih kecil dan dinding yang lebih tebal dan tinjanya agak padat. Kanker cenderung mengelilingi bagian kolon ini, menyebabkan sembelit dan buang air besar yang sering, secara bergantian.
Karena kolon desendens lebih sempit dan dindingnya lebih tebal, penyumbatan terjadi lebih awal. Penderita mengalami nyeri kram perut atau nyeri perut yang hebat dan sembelit. Tinja bisa berdarah, tetapi lebih sering darahnya tersembunyi, dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.
Kebanyakan kanker menyebabkan perdarahan, tapi biasanya perlahan.
Pada kanker rektum, gejala pertama yang paling sering adalah perdarahan selama buang air besar. Jika rektum berdarah, bahkan bila penderita diketahui juga menderita wasir atau penyakit divertikel, juga harus difikirkan kemungkinan terjadinya kanker. Pada kanker rektum, penderita bisa merasakan nyeri saat buang air besar dan perasaan bahwa rektumnya belum sepenuhnya kosong. Duduk bisa terasa sakit. Tetapi biasanya penderita tidak merasakan nyeri karena kankernya, kecuali kanker sudah menyebar ke jaringan diluar rektum
 

DIAGNOSA
Seperti kanker lainnya, pemeriksaan penyaring rutin, membantu penemuan dini dari kanker kolorektal.Tinja diperiksa secara mikroskopik untuk menghitung jumlah darah.
Untuk membantu meyakinkan hasil pemeriksaan yang tepat, penderita memakan daging merah tinggi serat selama 3 hari sebelum pengambilan sampel tinja. Bila pemeriksaan penyaring ini menunjukan kemungkinan kanker, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Sebelum dilakukan endoskopi, usus dikosongkan, seringkali dengan menggunakan pencahar dan beberapa enema. Sekitar 65% kanker kolorektal dapat dilihat dengan sigmoidoskop.Bila terlihat polip yang mungkin ganas, seluruh usus besar diperiksa dengan kolonoskopi, yang daya jangkaunya lebih panjang. Beberapa pertumbuhan yang terlihat ganas diangkat dengan menggunakan alat bedah melalui kolonoskopi, pertumbuhan lainnya harus diangkat dengan pembedahan biasa.
Pemeriksaan darah dapat membantu dalam menegakkan diagnosis. Pada 70% orang yang menderita kanker kolorektal, kadar antigen karsinoembriogenik dalam darahnya tinggi. Bila sebelum kanker diangkat kadar antigen ini tinggi, maka sesudah pembedahan kadarnya bisa turun. Pada kunjungan berikutnya, kadar antigen ini diukur kembali; jika kadarnya meningkat berarti kanker telah kambuh kembali. Bisa juga dilakukan pengukuran 2 antigen lainnya, yaitu CA19-9 dan CA 125, yang mirip dengan antigen karsinoembbriogenik.
 
 
PENGOBATAN
Pengobatan utama pada kanker kolorektal adalah pengangkatan bagian usus yang terkena dan sistem getah beningnya. 30% penderita tidak dapat mentoleransi pembedahan karena kesehatan yang buruk, sehingga beberapa tumor diangkat melalui elektrokoagulasi. Cara ini bisa meringankan gejala dan memperpanjang usia, tapi tidak menyembuhkan tumornya.

Pada kebanyakan kasus kanker kolon, bagian usus yang ganas diangkat dengan pembedahan dan bagian yang tersisa disambungkan lagi.
Untuk kanker rektum, jenis operasinya tergantung pada seberapa jauh jarak kanker ini dari anus dan seberapa dalam dia tumbuh ke dalam dinding rektum.
Pengangkatan seluruh rektum dan anus mengharuskan penderita menjalani kolostomi menetap (pembuatan hubungan antara dinding perut dengan kolon). Dengan kolostomi, isi usus besar dikosongkan melalui lubang di dinding perut ke dalam suatu kantung, yang disebut kantung kolostomi.
Bila memungkinkan, rektum yang diangkat hanya sebagian, dan menyisakan ujung rektum dan anus. Kemudian ujung rektum disambungkan ke bagian akhir dari kolon.
Terapi penyinaran setelah pengangkatan tumor, bisa membantu mengendalikan pertumbuhan tumor yang tersisa, memperlambat kekambuhan dan meningkatkan harapan hidup.
Pengangkatan tumor dan terapi penyinaran, efektif untuk penderita kanker rektum yang disertai 1-4 kanker kelenjar getah bening. Tetapi kurang efektif pada penderita kanker rektum yang memiliki lebih dari 4 kanker kelenjar kelenjar getah bening.
Jika kanker kolorektal telah menyebar dan tampaknya pembedahan tidak membantu penyembuhan, bisa dilakukan kemoterapi dengan florouracil dan levamisole, yang bisa meningkatkan harapan hidup. Bila kanker kolorektal telah begitu menyebar sehingga tidak dapat diangkat seluruhnya, pembedahan untuk meringankan penyumbatan usus, bisa meringankan gejala. Tetapi harapan hidupnya hanya sekitar 7 bulan. Jika kanker telah menyebar hanya ke hati, obat kemoterapi dapat disuntikan langsung ke dalam pembuluh darah yang menuju ke hati. Meskipun mahal, pengobatan ini bisa memberikan lebih banyak keuntungan daripada kemoterapi yang biasa. Tetapi pengobatan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Bila kanker telah menyebar di luar hati, pengobatan ini tidak efektif lagi.
Setelah kanker kolorektal diangkat seluruhnya melalui pembedahan, dilakukan kolonoskopi untuk memeriksa usus yang tersisa, sebanyak 2-5 kali setiap tahunnya.Bila pemeriksaan ini tidak menunjukkan adanya kanker, pemeriksaan berikutnya dilakukan setiap 2-3 tahun sekali.

Penyebaran kanker & angka harapan hidup penderita kanker kolorektal
Penyebaran kanker
Angka harapan hidup 5 tahun
Kanker hanya menyebar ke lapisan mukosa usus
90%
Kanker menyusup ke dalam lapisan otot usus
80%
Kanker menyebar ke kelanjar getah bening
30%

F. MENCRET (Diare)
Diare terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare termasuk gangguan perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak.
Diare akut kalau anak mencret lebih dari 4 kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, sebagai contoh makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, misalnya sudah diberikan makan padat sebelum waktunya.
Faktor kebersihan juga menjadi sebab diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah penyebab utama gangguan pencernaan pada anak di bawah 5 tahun (Balita). Selain itu, ada juga diare akibat cacingan.
Pengobatan mencret
Pengobatan diare yang paling dianjurkan adalah memberikan oralit. Tidak ada anak yang meninggal karena diare, yang ada meninggal karena dehidrasi. Jadi, yang perlu diwaspadai bukan diarenya, melainkan dehidrasinya. Selama cairan tubuhnya cukup, tak perlu khawatir. Salah satu indikator dehidrasi adalah buang air kecilnya. Selama kencingnya cukup, berarti tidak ada dehidrasi. Berikan oralit, karena sudah disesuaikan dengan cairan yang dikeluarkan melalui BAB.”
Oralit mengandung glukose, natrium, kalium, dan bikarbonat untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB. Sementara pada air putih, natrium dan kaliumnya turun. Anak malah bisa kejang, kembung, dan lemas kalau hanya tergantikan airnya saja. Yang juga harus diperhatikan, jangan menyamakan komposisi oralit untuk anak dan dewasa. “Pada anak, natriumnya lebih rendah. Jadi, kalau mencretnya 2 sendok, jangan memberikan oralit segelas, mencret setengah gelas, jangan memberikan oralit tiga gelas. Jadinya malah hipernatrium, bisa-bisa anak mengalami koma. Kebutuhan cairan disesuaikan dengan oralit.
G. SEMBELIT (Konstipasi)
Konstipasi adalah kelainan pada sistem pencernaan dengan gejala mengalami pengerasan feses yang sulit untuk dibuang yang dapat menyebabkan kesakitan pada penderitanya. Konstipasi dapat disebabkan oleh pola makan, hormon, akibat samping obat-obatan, dan juga karena kelainan anatomis. Biasanya, konstipasi disebabkan karena defekasi yang tidak teratur sehingga feses mengeras dan sulit dikeluarkan. Pengobatan konstipasi dapat dilakukan dengan mengubah pola makan, obat pencahar (laksatif), terapi serat, dan pembedahan, walaupun pilihan terakhir jarang dilakukan. Konstipasi hebat disebut juga dengan obstipasi. Gangguan pada sistem pencernaan juga bisa disebabkan karena stres. Sebab stres dapat mempengaruhi sistem saraf dalam tubuh. Sementara penanganan untuk yang susah BAB, harus dilihat dulu apa penyebabnya.
H. WASIR ATAU HEMOROID
Wasir atau hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) di dalam anyaman pembuluh darah. Keluhan pertama kali yaitu darah segar menetes setelah buang air besar (BAB). Biasanya tanpa disertai rasa nyeri dan gatal di anus. Pencegahannya adalah perlu diet tinggi serat dengan makan sayur sayuran dan buah-buahan yang bertujuan membuat volume tinjanya besar, tetapi lembek, sehingga saat BAB, karena tidak perlu mengejan dapat merangsang wasir.
I.KANKER USUS
Kanker usus merupakan penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan binatang sebagai percobaan, kandungan kalsium yang banyak terdapat pada susu mampu melindungi usus dari serangan kanker. Studi pada manusia juga menunjukan keseluruhan jumlah kalsium yang dikonsumsi sangat positif dakam mengurangi tingkat dari resiko kanker susu ini. Setiap kenaikan 1.000 miligram kalsium sehari atau lebih akan mempu mengurangi 15% resiko dari kanker usus pada wanita dan 10% pada pria. Konsumsi susu dan kalsium bisa mengurangi resiko terkena kanker usus. Keju dan yoghurt juga merupakan hasil olahan dari susu.
Pencegahan
Cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker usus adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang antara buah, sayuran, dan kalori. untuk mengurai proses penimbunan lemak.

3.Mitos-mitos Penyakit Pencernaan
Mitos : Kesalahpahaman Biasa. Kesalahpahaman biasa tentang penyakit pencernaan dapat membahayakan jika mereka tetap membiarkan orang salah dalam melakukan pencegahan atau merawat yang sakit. 
Peneliti baru baru ini mulai memahami banyak, seringkali rumit, penyakit yang mempengaruhi sistem pencernaan. Dengan demikian, orang berangsur-angsur menggantikan kisah rakyat, takhyul, dan rumors tentang penyebab dan perawatan dari penyakit pencernaan dengan akurat, informasi terbaru. Tetapi masih ada kesalahpahaman, dan, sementara beberapa kisah rakyat yang tidak berbahaya, yang dapat membahayakan jika orang terus membiarkan kesalahan pencegahan atau merawat yang sakit. Ini gambar daftar kesalahpahaman yang umum tentang penyakit pencernaan, mengikuti fakta yang ada sebagai profesional yang memahami mereka hari ini.  
Mitos # 1 Bisul : Makanan pedas dan stres menyebabkan borok/bisul perut.
Salah – Kebenaran adalah, sebagian besar yang menyebabkan borok/bisul perut baik oleh infeksi bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori) atau dengan penggunaan obat pereda sakit seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen, yang disebut sebagai Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs ( NSAIDs). Kebanyakan H. pylori terkait borok dapat disembuhkan dengan antibiotik. NSAID-mengakibatkan bisul dapat disembuhkan sejalan waktu, Obat pelindung perut, antacids, dan mencegah terjadinya NSAIDs. Sekarang ia menyadari bahwa H. pylori dan NSAIDs adalah yang paling menjadi penyebab bisul dan pasien dapat dirawat dengan lebih tepat, Bahwa bisul yang menjadi perhatian medis semakin mungkin tidak terkait dengan H. pylori atau NSAIDs. Makanan pedas dan stres (kecuali bila terkait dengan kondisi medis ekstrim) dapat memperburuk gejala bisul di beberapa orang, tetapi tidak menyebabkan bisul. Bisul juga dapat disebabkan oleh kanker. 
Mitos # 2 Rasa panas dalam perut : Merokok membantu meringankan rasa panas dalam perut.
Salah – Sebenarnya, merokok dapat berkontribusi ke mulas. Mulas terjadi jika Lower Esophageal Sphincter (LES) - otot antara perut dan kerongkongan - relaks, mengizinkan asam yang terkandung dalam perut memercikan kembali (reflux) ke dalam kerongkongan. Orang yang lebih sering merokok memiliki peradangan di kerongkongan (esophagitis), mungkin disebabkan oleh peningkatan asam yang mengalir kembali, ini merupakan dasar dari rasa panas dalam perut. Peningkatan reflux diyakini terjadi karena merokok menyebabkan LES untuk relaks.
Mitos # 3 Penyakit Celiac : Penyakit Celiac adalah penyakit anak anak yang langka.
Salah -Penyakit Celiac mempengaruhi keduanya anak-anak dan orang dewasa. Sekitar 1 dalam 200 orang di Amerika Serikat kecenderungan memiliki genetik untuk penyakit celiac walaupun tidak semua dari mereka ada penyakit. Kadang-kadang penyakit celiac pertama menyebabkan gejala selama masa kanak-kanak, biasanya diare, kegagalan pertumbuhan, dan kegagalan untuk berkembang. Tetapi penyakit ini juga dapat menyebabkan gejala pertama disemua usia dewasa. Gejala-gejala tersebut mungkin kabur dan oleh karena itu dikaitkan dengan kondisi lainnya. Gejala dapat termasuk perut kembung, diare, dan sakit dibagian perut karena keterlibatan di usus kecil serta ruam kulit, anemia, dan tulang rapuh (osteoporosis) akibat dari gagalnya penyerapan nutrisi oleh penyakit di usus. Penyakit celiac dapat menimbulkan gejala yang tidak jelas selama beberapa tahun sebelum didiagnosis dan dirawat dengan benar.  

Orang dengan penyakit celiac tidak boleh makan makanan apapun yang mengandung zat perekat, protein dalam gandum, rye (gandum hitam), dan barley (sejenis gandum untuk buat bir), apakah mereka mempunyai gejala atau tidak. Dalam penyakit celiac, zat perekat memancing sebuah reaksi yang menyebabkan radang oleh tubuh yang menghapuskan lapisan dari usus kecil, yang mengganggu penyerapan gizi. Bahkan sejumlah kecil zat perekat dapat menyebabkan kerusakan, dan kadang-kadang tidak ada gejala yang tampak jelas.
Mitos # 4 Keteraturan usus : keteraturan usus berarti buang air besar setiap hari.
Salah – Frekuensi buang air besar  antara normal, orang sehat bervariasi dari tiga hari sampai tiga kali seminggu, dan beberapa orang sehat yang sempurna jatuh di luar jangkauan dari kedua ini. Namun demikian, bahkan tiga kali BAB dalam sehari dapat menjadi tidak normal pada seseorang yang biasanya memiliki satu kali buang air besar dalam sehari. Orang dengan irritable bowel syndrome (ibs) dapat memiliki jumlah kotoran yang berubah-ubah setiap hari serta konsistensi yang berubah-ubah dari kotoran mereka.
Mitos # 5 Sembelit: terbiasa menggunakan enemas untuk merawat sembelit adalah berbahaya.
Palsu? –  Hal ini tidak jelas apakah atau tidak terbiasa menggunakan enemas berbahaya karena sangat sedikit kajian terhadap dampak enemas atau laxatives dalam jangka panjang. Awal studi menunjukkan bahwa laxatives mungkin dapat melukai usus besar jika digunakan secara berkesinambungan dengan menghalangi kontraksi dari otot dibagian usus, dan temuan ini meramalkan kemungkinan untuk menyertakan enemas. Data dari studi tidak kuat, namun. Nyatanya, beberapa dokter merasa enemas lebih disukai daripada laxatives karena lebih "alami" cara untuk merangsang buang air besar. (Enemas meniru sejumlah besar kotoran di rektum, rangsangan yang biasa untuk buang air besar.) Yang harus terus-menerus menggunakan enemas adalah tidaknormal, anda harus ke dokter jika anda menemukan bahwa tergantung pada mereka atau obat lain untuk membantu buang air besar.
Mitos # 6 Diverticulosis : Diverticulosis adalah jarang dan merupakan masalah serius.
Salah – Sebenarnya, sebagian besar orang Amerika yang berusia diatas 60 tahun memiliki diverticulosis, tetapi hanya sebagian kecil persentase yang menunjukkan adanya gejala atau komplikasi. Diverticulosis adalah kondisi kantong yang sedikit keluar-kantong perut, disebut diverticula, mengembangkan di dinding usus besar. Kantong ini cenderung muncul dan meningkatkan jumlah sebagai usia individu. Kebanyakan orang tidak memiliki gejala dan mengetahui bahwa mereka telah menderita diverticula setelah di X-ray atau pemeriksaan usus (misalnya, colonoscopy atau barium enema) yang dilakukan untuk tujuan yang tidak ada hubungan dengan diverticulosis. Kurang dari 10 persen orang dengan diverticulosis pernah mengembangkan komplikasi seperti infeksi (diverticulitis), perdarahan atau lubang kecil di usus besar.
Mitos # 7 Penyakit radang usus (Ulcerative colitis dan Crohn's Disease) : radang usus adalah penyakit yang disebabkan oleh masalah psikologis.
Salah – Penyakit radang usus adalah nama umum untuk dua penyakit yang menyebabkan radang di usus, penyakit Crohn's dan ulcerative colitis. Penyebab penyakit ini tidak diketahui, namun peneliti berspekulasi bahwa mungkin hasil dari virus atau bakteri yang interaksi dengan sistem kekebalan tubuh. Tidak ada bukti yang telah ditemukan untuk mendukung teori dari penyakit radang usus yang disebabkan oleh ketegangan, kegelisahan, atau faktor psikologis atau kekacauan, meskipun ini dapat memperburuk ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit.
 Mitos # 8 Cirrhosis : sirosis hanya disebabkan oleh terlalu banyak minum alkohol (Alcoholism).
Salah – Alcoholism hanyalah satu dari banyak penyebab sirosis. Sirosis adalah bekas luka dan penurunan fungsi liver. Di Amerika Serikat, alkohol menyebabkan kurang dari satu-setengah dari kasus sirosis. Sisanya berasal dari kasus penyakit yang menyebabkan kerusakan liver. Sebagai contoh, pada anak-anak, sirosis dapat dihasilkan dari cystic fibros, kekurangan alpha-1 antitrypsin, biliary atresia, penyakit penyimpanan glycogen, dan penyakit langka lainnya. Dalam orang dewasa, sirosis dapat disebabkan oleh hepatitis B atau C, biliary sirosis utama, penyakit penyimpanan zat logam yang tidak normal (seperti besi atau tembaga) di dalam tubuh, menghilangkan reaksi untuk obat-obatan yang diresepkan, atau cedera pada pembuluh yang menyalurkan empedu dari liver . Dalam orang dewasa, sirosis juga dapat disebabkan oleh nonalcoholic steatohepatitis (NASH), menjadi penyakit liver yang paling umum di Amerika Serikat, menjangkiti 2 sampai 5 persen orang Amerika. NASH dikaitkan dengan peningkatan kegemukan dan diabetes yang merata.
 Mitos # 9 Bedah Ostomy : Setelah operasi ostomy, laki-laki menjadi impoten, dan perempuan mempunyai fungsi seksual terganggu dan tidak dapat menjadi hamil.
Salah – Operasi ostomy pada umumnya tidak  mengganggu kemampuan seksual atau reproduksi orang. Operasi ostomy adalah prosedur terhadap penyakit di bagian usus kecil atau usus besar yang akan dibuang dan sisanya terpasang pada bagian perut. Kotoran dikumpulkan dalam kantong yang disilotip kekulit di sekeliling pembukaan tersebut. Atau dengan cara lain, kantong internal yang digunakan untuk mengumpul kotoran yang dibentuk dari bagian usus. Kantong yang kemudian dapat dikosongkan dengan memasukan sebuah catheter (pipa yang dipakai untuk dimasukkan kedalam lubang tubuh) secara berkala.  

Meskipun beberapa orang telah mengalami operasi ostomy radikal untuk kanker, kehilangan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi, kebanyakan laki-laki tidak, atau, jika demikian, itu hanya sementara. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pada saraf yang memasok penis. Jika penyelewengan fungsi ereksi berlanjut, berbagai solusi sudah tersedia. Urologist, dokter spesialisasi dalam masalah seperti itu, dapat membantu anda menemukan solusi yang terbaik.

Dalam perempuan, operasi ostomy tidak merusak organ seksual atau reproduksi, jadi ini tidak langsung menjadi penyebab masalah seksual atau kemandulan. Faktor-faktor seperti rasa sakit dan penyesuaian kegambar  tubuh yang baru dapat menghasilkan masalah seksual sementara, tetapi mereka biasanya dapat diselesaikan sejalan waktu, dan dalam beberapa kasus, penyuluhan. Kecuali seorang perempuan telah melewati hysterectomy untuk mengangkat rahimnya, dia masih bisa melahirkan anak.




BAB III
KESIMPULAN
Masalah pencernaan merupakan hal yang cukup Vital dalam kehidupan sehari-hari. Karena salah satunya dapat menyebabkan kematian apabila kita kurang memperhatikannya. Begitu pula dengan beredarnya mitos kesehatan yang berkembang dimasyarakat dewasa ini. Kesalahpahaman biasa tentang penyakit pencernaan dapat membahayakan jika mereka tetap membiarkan orang salah dalam melakukan pencegahan atau merawat yang sakit. 
Berikut 20 SOLUSI CEGAH GANGGUAN PENCERNAAN
1. Biasakan Makan Dengan Teratur
Efektifitas lambung mencapai puncaknya setiap empat jam sekali. Maka, kebiasaan makan tidak teratur akan menyebabkan sebagian makanan tidak tercerna sempurna. Makanan tidak tercerna ini bisa membusuk/terfermentasi dan menyebabkan kembung.
2. Konsumsi Makanan Dengan Kombinasi Yang Serasi
Rata-rata orang tidak memperhatikan pengaturan kombinasi makanan. Padahal kombinasi makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan salah cerna. Jangan menggabungkan buah dengan sayuran, buah (terutama jeruk) dengan makanan sumber karbohidrat, buah dengan sumber protein serta makanan sumber karbohidrat dengan sumber protein.
3. Kunyah Makanan Dengan Baik
Bila mengunyah makanan dengan baik, enzim ptialin yang terdapat di dalam kelenjer ludah dapat melakukan fungsinya dengan sempurna. Jangan menelan makanan dengan tergesa-gesa atau mengunyah makanan sambil berbicara untuk menghindari masuknya udara yang berlebihan ke dalam rongga mulut. (baca juga SLOW DOWN DIET dalam blog ini)
4. Jangan Makan Terlalu Banyak
Jika jumlah makanan dalam lambung terlalu banyak atau melebihi kapasitas enzim pencernaan yang yang diproduksi, maka makanan tidak tercerna dengan sempurna. Makanan yang tidak tercerna sempurna ini kemudian masuk ke usus dan menyebabkan fermentasi, salah cerna, dan menimbulkan gas.
5. Jangan Berbaring Setelah Makan
Karena dapat menyebabkan gastroesophageal reflux, yaitu kondisi saat makanan yang sudah dalam keadaan asam kembali masuk kerongkongan sehingga menimbulkan rasa tidak enak atau terbakar dalam rongga mulut. Yang terbaik, sudah berhenti makan minimal dua jam sebelum tidur.
6. Hindari Waktu Makan Yang Terlalu Berdekatan
Jadwal makan yang terlalu dekat akan menyebabkan proses mencerna menjadi terganggu. Sebaiknya biarkan kira-kira 1 ½ jam setelah makan buah, 2-2 ½ jam setelah makan sayur, 3 ½ – 4 jam setelah makan sumber protein, karbohidrat, lemak, barulah mulai mengkonsumsi makanan lain agar makanan tercerna sempurna.
7. Jangan Makan Sambil Manum
Setiap cairan yang dikonsumsi dengan makanan padat akan mengurngi aktifitas cairan pencernaan yang akan membuat proses mencerna menjadi sulit dan tidak sempurna. Makanan cair seperti air dan sup sebaiknya dikonsumsi 15 menit setelah menyantap makanan padat.
8. Tingkatkan Konsumsi Makanan kaya Serat
Makanan tinggi serat berfungsi membantu melancarkan kerja pencernaan. Serat banyak dalam sayuran, buah-buahan , beras merah dan oats.
9. Konsumsi Makanan Dan Suplemen Probiotik
Makanan probiotik mengandung bakteri menguntungkan yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, contohnya yogurt, kefir, kimchi, tempe dan miso.
10. Kurangi Konsumsi Makanan Pembentuk Asam
Makanan pembentuk asam termasuk protein hewani (daging, telur, dan susu) serta karbohidrat sederhana seperti gula dan tepung-tepungan. Yang dimaksud asam disini ialah kimia (acid), tidak ada hubungannya dengan rasa atau bau asam makanan.
11. Kurangi Menyantap Makanan Yang Menimbulkan Gas
Beberapa jenis makanan seperti ubi, nangka, dan kacang-kacangan dapat menimbulkan gas yang menyebabkan perut kembung. Jadi, jangan dimakan berlebihan.
12. Kurangi Bumbu Masakan Yang Terlalu kuat
Makanan yang terlalu pedas dan asin dapat menyebabkan keasaman lambung meningkat sehingga tejadi iritasi pada dinding lambung.
13. Perbanyak Makan sayuran Hijau
Rasa sakit yang disebabkan karena peningkatan asam lambung dapat diredam dengan sayuran karena membantu mengontrol pH lambung yang terlalu asam menjadi tidak terlalu asam.
14.Jangan Makan Makanan Yang Terlalu panas Atau Dingin
Makanan yang terlalu panas atau dingin akan mengiritasi lapisan dinding lambung. Jika terjadi berulang kali, lambung akan rusak dan pencernaan akan terganggu.
15. Kurangi Konsumsi Makanan Yang Digoreng
Makanan yang digoreng lebih sulit dicerna dan dapat meningkatkan resiko kanker lambung.
16. Hindari Makanan Yang Dapat Menimbulkan Alergi
Bagi orang-orang tertentu yang tidak mampu mencerna laktosa (gula susu), susu bisa menyebabkan lactose intolerance dengan gejala kembung, kram perut, dan diare.
17. Lakukan Puasa Saat Mengalami Keluhan
Puasa disini bukan berarti tidak makan dan minum sama sekali, tapi membatasi jenis makanan yang dikonsumsi. Jenis makanan yang bisa dikonsumsi selama puasa untuk mengatasi ganggun pencernaan adalah air dengan perasan lemon, jus apel, jus wortel, jus kol, dan jus lemon.
18. Kurangi Stress
Dalam keadaan panik dan stress, tubuh akan mengalirkan darah kembali dari lambung dan usus ke otak, jantung, paru-paru, dan otot. Akibatnya, sistem pencernaan tidak berfungsi optimal.
19. Hindari Merokok Dan Minum Kopi
Getah tembakau yang tertelan dapat menimbulkan iritasi pada dinding lambung, sedangkan kopi dan berbagai jenis minuman yang mengandung kafein akan menstimulasi produksi asam secara berlebihan dalam lambung.
20. Waspadai Keracunan Logam Berat
Hindari menggunakan peralatan masak aluminium, terutama jika Anda memiliki masalah pencernaan.

PHBS

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Kesehatan merupakan kondisi dimana kita berada jauh atau terbebas dari penyakit. Merupakan suatu yang mahal jika dibandingkan dengan hal-hal yang lain. Bagaimana tidak, harta yang melimpah, memiliki paras tampan atau cantik, memiliki badan tegap dan gagah, semuanya itu akan sirna dengan sekejap jika kita terserang penyakit atau tidak sehat. Dengan penyakit harta bisa habis digunakan untuk berobat, paras tampan atau cantik berubah menjadi pucat dan tidak enak untuk dipandang, badan yang tegap dan gagah seketika roboh dikarenakan lemas dan lesu akibat kondisi tubuh yang menurun drastis.
Beginilah alur kehidupan, semuanya menjadi seimbang. Ada sehat dan ada sakit, kita tidak akan selalu sehat dan kita juga tidak akan selalu sakit. Semuanya itu bagaimna kita bisa menjaga diri untuk terhindar dari penyakit sehingga kesehatan itu merupakan hal yang mutlak harus dijaga.
Mencegah sakit adalah lebih mudah dan murah dari pada mengobati seseorang apabila jatuh sakit. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan bergaya hidup sehat. Gaya hidup sehat adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Dengan semakin banyaknya penderita penyakit tidak menular (degeneratif) seperti jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stress dan penyakit tidak menular lainnya yang disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, maka untuk menghindarinya kita perlu bergaya hidup yang sehat setiap harinya.
Tidak jarang istilah PHBS terdengar di masyarakat. Jika dilihat dari kepanjangannya yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, tentu kita langsung mengetahui apa itu PHBS, singkat kata mengenai perilaku seseorang menyangkut kebersihan yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Banyak penyakit dapat dihindari dengan PHBS, mulai dari Diare, DBD, flu burung, atau pun flu babi yang akhir-akhir ini marak. Namun kenapa satu hal ini terlihat begitu sulit diterapkan atau tidak populer di mata masyarakat?

B.Tujuan
Menjelaskan dan memahami proses terjadinya penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.
Menjelaskan dan memahamiperilaku yang mendukung terjadinya suatu penyakit.
Menjelaskan dan memahami jenis-jenis penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat.
Mengerti dan memahami perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS )

BAB II
KAJIAN TEORITIS
A.Pengertian
PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
Namun tidak cukup hanya mengetahui apa itu PHBS, perlu penerapan, bukan tidak mungkin masyarakat yang telah mengetahui PHBS tetap melakukan hal diluar kebersihan dan menyebabkan kesehatannya berkurang.

B.Aspek Penting dalam Kesehatan
a)Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar dari diri seseorang. Lingkungan dibedakan atas :
Lingkungan Fisik à Biotik dan Abiotik à air, udara, tanah, tumbuhan, manusia, hewan, dll)
Sosial ekonomi dan budaya à hubungan antar manusia, keluarga dan masyarakat
b)Perilaku
Perilaku merupakan suatu respon dari seseorang/organisme terhadap stimulus atau rangsangan yang diterima. Perilaku dipengaruhi oleh:
Faktor Predisposisi à pengetahuan, sikap, kepercayaan, tradisi, nilai, dll.
Faktor Pendukung à ketersediaan sumber/fasilitas.
Faktor Pendorong à sikap & perilaku petugas.
Dasar orang berperilaku dipengaruhi oleh
☻ NILAI
☻ SIKAP
☻ PENDIDIKAN/PENGETAHUAN
Proses berperilaku yang baik
☻ Kesadaran
☻ Tertarik
☻ Uji coba
☻ Evaluasi
☻ Adopsi
c)Kesehatan
SEHAT menurut UU Kesehatan RI No. 23 tahun 1992 adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi . sedangkan SAKIT adalah terjadinya suatu keadaan dimana tubuh atau bagian dari tubuh tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan atau terdapat gejala patologis.
INDIKATOR KESEHATAN
Indikator Positif
☻ Status Gizi
☻ Tingkat Pendapatan 
Indikator Negatif
☻ Mortalitas (Angka Kematian)
☻ Morbiditas (Angka Kesakitan)

6.Tingkat Pencegahan Penyakit (Menurut H.L Blum)
Pencegahan tingkat I sebelum terkena penyakit (Primordial Prevention) à contoh kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Promosi Kesehatan (Health Promotion)
 Perlindungan khusus Specific Protection)
Diagnosa dini penanganan yang cepat & tepat (Early diagnosys & promt treatment)
Pembatasan kecacatan (Disability limitation)
Rehabilitasi (Rehabilitation)

C.Permasalahan
Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan langkah ampuh untuk menangkal penyakit. Namun dalam praktiknya, penerapan PHBS yang kesannya sederhana tidak selalu mudah dilakukan. Terutama bagi mereka yang tidak terbiasa. Dalam hal ini, pendidikan dari keluarga sangat dibutuhkan. Dewasa ini makin banyak sekali penyakit yang timbul karena sulitnya penerapan PHBS dimasyarakat luas. Antara lain :
Sakit perut à diare, disentri, kolera, typhus, dll.
Penyebab : a. Minum air yang tidak dimasak.
b. Memakan jajanan yang kurang bersih dengan tangan yang kotor (tidak cuci tangan sebelum makan).
c. Buang air besar di sembarang tempat.
d. Menggunakan air yang kotor dan tidak sehat untuk keperluan sehari-hari.
e. Makanan tidak ditutup.
f. Memakan makanan yang telah dihinggapi lalat.
g. Makanan dan minuman yang basi atau menggunakan zat pewarna berlebihan.
Sakit mata à penyebab sering mandi di air yang kotor
Sakit Kaki Gajah/Filariasis
Penyebab : Nyamuk Penyebar Filaria atau penyebar kaki gajah yang bersarang di comberan, kaleng, botol bekas, kolam, sawah, rawa, dll
Sakit kulit à gatal-gatal, panu, kadas, kurap, kutu air
Penyebab : a. Mandi di air yang kotor.
b. Pakaian jarang dicuci.
c. Sering tukar menukar pakaian dengan orang lain.
d. Tempat tidur yang kotor
Cacingan
Penyebab : a. Makan dengan tangan yang kotor & mungkin ada telur cacing.
b. Memakan makanan yang kurang masak atau lalapan yang tidak dicuci dengan bersih.
c. Makanan tidak ditutup à dihinggapi lalat yang membawa telur cacing.
d. Tidak menggunakan alas kaki.
Sakit Batuk/Pilek
Penyebab : a. Dari orang sakit batuk/pilek.
b. Rumah gelap, pengap dan tanpa ventilasi serta jendela.
c. Kamar kecil dan padat penghuni.
Sakit Malaria
Sakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
Dan lain-lain.
Sebenarnya semua penyakit diatas bias dicegah dengan PHBS, bahkan penyakit flu burung ataupun flu babi yang akhir-akhir ini marak harusnya bisa dihindari dengan PHBS.


BAB III
PEMBAHASAN

Penyelesaian Masalah
A.Penerapan dan Pengembangan PHBS
Reformasi di bidang kesehatan perlu dilakukan mengingat lima fenomena yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan. Pertama, perubahan pada dinamika kependudukan. Kedua, Temuan-temuan ilmu dan teknologi kedokteran. Ketiga, Tantangan global sebagai akibat dari kebijakan perdagangan bebas, revolusi informasi, telekomunikasi dan transportasi. Keempat, Perubahan lingkungan .Kelima, Demokratisasi.
Perubahan pemahaman konsep akan sehat dan sakit serta semakin maju IPTEK dengan informasi tentang determinan penyebab penyakit telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lama yang mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Paradigma pembangunan kesehatan yang baru yaitu Paradigma Sehat merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kesehatan masyarakat yang bersifat proaktif. Paradigma sehat sebagai model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk mandiri dalam menjaga kesehatan melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.
Dalam Indonesia Sehat 2010, lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
1.Pengembangan PHBS di 5 Tatanan

Upaya-upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan dalam rangka perubahan perilaku masyarakat menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Bidang PHBS yaitu :
- Bidang kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, mandi minimal 2x/hari, dll.
- Bidang Gizi, seperti makan buah dan sayur tiap hari, mengkonsumsi garam beryodium, menimbang berat badan(BB) dan tinggi badan (TB) setiap bulan, dll.
- Bidang Kesling, seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jamban, memberantas jentik, dll.
Menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada setiap orang bukanlah hal yang mudah, akan tetapi memerlukan proses yang panjang. Setiap orang hidup dalam tatanannya dan saling mempengaruhi serta berinteraksi antar pribadi dalam tatanan tersebut. Memantau, menilai, dan mengukur tingkat kemajuan tatanan adalah lebih mudah dibandingkan dengan perorangan. Oleh karena itu, pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilakukan melalui pendekatan tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, sekolah, tempat-tempat umum, tempat kerja, dan institusi kesehatan.
a.PHBS di Rumah Tangga
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan hidup bersih dan sehat, serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Syarat rumah tangga sehat yaitu :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (dokter, bidan)
2. Memberi bayi ASI eksklusif
3. Menimbang bayi dan balita setiap bulan
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dgn air bersih, mengalir, dan sabun
6. Menggunakan jamban
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10.Tidak merokok di dalam rumah
b.PHBS di Sekolah
Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah (6 – 10 tahun), yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. PHBS di sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Penerapan PHBS ini dapat dilakukan melalui pendekatan Usaha Kesehatan Sekolah. Manfaat PHBS di sekolah di antaranya :
- Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit
- Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada prestasi belajar peserta didik
- Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua (masyarakat)
- Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan
- Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain
Syarat-syarat sekolah ber-PHBS yaitu :
• Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
• Jajan di kantin sekolah yang sehat
• Membuang sampah pada tempatnya
• Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah
• Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
• Tidak merokok di sekolah
• Memberantas jentik nyamuk di sekolah secara rutin
• Buang air besar dan buang air kecil di jamban sekolah
c.PHBS di tempat-tempat umum
Tempat-tempat umum merupakan sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah atau swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan masyarakat, seperti sarana pariwisata, transportasi umum, sarana ibadah, sarana olahraga, sarana perdagangan, dsb.
PHBS di tempat-tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum yang ber-PHBS. Melalui penerapan PHBS di tempat umum ini, diharapkan masyarakat yang berada di tempat-tempat umum akan terjaga kesehatannya dan tidak tertular atau menularkan penyakit. Syarat tempat umum yang ber-PHBS yaitu :
• Menggunakan air bersih
• Menggunakan jamban
• Membuang sampah pada tempatnya
• Tidak merokok
• Tidak meludah sembarangan
• Memberantas jentik nyamuk
+ Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
+ Menutup makanan dan minuman
d.PHBS di tempat kerja
PHBS di tempat kerja merupakan upaya memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat. Penerapan PHBS di tempat kerja diperlukan untuk menjaga, memelihara dan mempertahankan kesehatan pekerja agar tetap sehat dan produktif. Manfaat PHBS di tempat kerja diantaranya masyarakat di sekitar tempat kerja menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit, serta lingkungan di sekitar tempat kerja menjadi lebih bersih, indah, dan sehat. Syarat tempat umum yang sehat yaitu :
- Mengkonsumsi makanan bergizi
- Melakukan aktivitas fisik setiap hari
- Tidak merokok di tempat kerja
- Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
- Menggunakan air bersih
- Memberantas jentik di tempat kerja
- Menggunakan jamban
- Membuang sampah pada tempatnya
e. PHBS di institusi kesehatan
Institusi kesehatan adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik swasta. PHBS di institusi kesehatan merupakan upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung, dan petugas agar tahu, mampu, dan mampu mempraktikkan hidup perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan intitusi kesehatan ber-PHBS. PHBS di Institusi Kesehatan sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit, infeksi nosokomial dan mewujudkan Institusi Kesehatan yang sehat. Syarat institusi sehat yaitu :
- Menggunakan air bersih
- Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun
- Menggunakan jamban
- Membuang sampah pada tempatnya
- Tidak merokok di Institusi Kesehatan
- Tidak meludah sembarangan
- Memberantas jentik nyamuk
2. Pengembangan PHBS Di berbagai bidang
PHBS dapat diterapkan di banyak bidang, yakni seperti contohnya :
A. Di bidang Gizi dan Farmasi, beberapa perilaku bersih dan sehat diantaranya:
1. Makan dengan gizi seimbang
2. Memberi bayi ASI eksklusif
3. Mengkonsumsi garam beryodium, dsb;
B. Di Bidang KIA & KB, beberapa perilaku bersih dan sehat yakni:
1. Memeriksakan kehamilan secara rutin
2. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
3. Mengimunisasi Balita dengan lengkap, dsb;
C. Di Bidang Kesehatan Lingkungan, diantaranya:
1. Rumah memiliki ventilasi
2. Menggunakan air bersih
3. Memiliki jamban yang telah memenuhi syarat kesehatan, dsb;
D. Di Bidang Pemeliharaan Kesehatan, beberapa contohnya adalah:
1. Punya jaminan pemeliharaan kesehatan,
2.Aktif sebagai Kader
3. Memanfaatkan Puskesmas/Sarana Kesehatan lain, Dsb;
Beberapa contoh perilaku di atas terlihat sangat sederhana, seperti halnya pengertian PHBS sendiri yang terasa begitu mudah dimengerti, namun diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dalam penerapannya. Beberapa contoh permasalahan menyangkut PHBS adalah pemberian ASI Eksklusif kepada bayi baru lahir, umumnya penyebab dari tidak diberinya ASI eksklusif kepada bayi karena kebiasaan, ketidaktahuan atau pun adanya kepercayaan akan menjadi tidak cantik karena memberi ASI. Stigma tersebut dapat diluruskan dengan cara memberikan promosi akan pentingnya ASI eksklusif dan membawa manfaat besar bagi pertumbuhan bayi di kemudian hari.
Untuk mengoptimalkan promosi tersebut maka para provider kesehatan yang memiliki andil terbesar untuk menyadarkan masyarakat. diharapkan untuk terus berkreasi mensosialisasikan pentingnya perilaku yang tepat pada masyarakat.
CARA MENYIAPKAN MAKANAN DAN MINUM YANG BERSIH DAN SEHAT
Cara yang dapat dilakukan untuk menyiapkan makanan dan minum yang bersih dan sehat sebagai berikut :
Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah dan menyajikan makanan dan minuman serta setelah memegang benda-benda yang kotor.
Alat-alat makan dan alat-alat masak harus selalu bersih serta menggunakan lap yang bersih.
Jangan meletakkan makanan dan minuman di sembarang tempat.
Cucilah sayuran mentah dengan air panas jika digunakan untuk lalapan atau dimakan mentah.
BAB IV
KESIMPULAN
1.PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.
2.PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) Antara lain :
Mandi dua kali sehari dengan sabun mandi.
Menggosok gigi sehabis makan dan waktu akan tidur.
Buang air besar di jamban/WC.
Mencuci tangan setelah buang air besar & sebelum makan dengan sabun.
Membuang sampah di tempat sampah.
Mengganti pakaian sekali sehari dan pakaian jangan terlalu sempit.
Pakaian dicuci sampai bersih dengan sabun cuci.
Memotong kuku setiap minggu.
Mencuci rambut minimal dua kali seminggu atau setiap kali rambut kotor.
Jangan pinjam meminjam perlengkapan pribadi seperti handuk, sabun, pakaian, sikat gigi, pisau cukur, dll
Tidur dengan waktu yang cukup.
Berolah raga secara teratur.
3.Aspek Penting dalam Kesehatan antara lain: Lingkungan, Perilaku, Kesehatan